Titipan Dari Yang Diatas

Oleh : Rimba Alangka

Lahirnya anak dan adanya anak didunia alah sebuah anugerah sekaligus titipan buat kita semua. Semua anak yang lahir didunia ini berada dalam keadaan suci tanpa noda dan dosa. Semua anak yang lahir didunia ini tidak ada yang bodoh, mereka semua berada dalam tingkat kecerdasan yang tinggi. Karena berada dalam keadaan suci itulah mereka bisa menerima apapun yang ada disekelilingnya, keluarga, masyarakat sekitar dan kondisi lingkungan yang ada disekitar yang akan terus berkembang sesuai dengan perubahannya. Dari itu semua keluarga adalah kelompok terdekat yang berpengaruh terhadap pola piker dan perkembangan anak. Ia akan meniru terhadap apa yang ada disampingnya. Setelah keluarga anak akan beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya atau masyarakat disekitarnya.

Banyak orang tua yang tidak menyadari akan keberadaan lingkungan yang ikut membentuk karakter dan kepribadian anak. Pada saat ini semakin berkembangnya lingkungan menuju era modernisasi. Era modernisasi inilah yang tanpa bisa kita cegah terkadang telah menjadikan anak-anak pada pola hidup individualisme, hedonisme dan menikmati sesuatu dengan instan. Continue reading ‘Titipan Dari Yang Diatas’

syawalan Budaya

 

            Dalam rangka melestarikan budaya di Indonesia yang salah satunya adalah halal bihalal, pesantren alternatif Al-furqon mengadakan acara syawalan budaya yang bertempat di Musholla al-Furqon. Acara syawalan budaya kali ini mengambil tema “ Menjaga Budaya Lokal Sebagai Jatidiri Bangsa” dengan pembicara K. Tamam Syifa Akyas dari Petanahan dan di hadiri oleh warga RT01 RW 01 desa Kembaran Kebumen. Dalam acara syawalan Budaya ini juga ditampilkan kreatifitas dari para santri diantaranya pembacaan puisi oleh Desi dan tiga dua buah  lagu yang dinyanyikan oleh Ocha, Sari, Desta, Asih dan Nisa dengan diiringi oleh adik Tika, Davi, Aisyah, Umi. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang tidak asing bagi anak-anak yaitu Desaku dan Pamanku Datang.  

            Dalam sambutannya Koordinator acara syawalan budaya ini Rimba Palangka menyatakan bahwa acara syawalan budaya ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia yang semakin terkikis oleh perkembangan zaman. Dengan adanya syawalan budaya ini diharapkan tercipta kerukunan antar warga masyarakat. Sehingga pola hidup individulaistis yang mulai merambah kehidupan masyarakat desa bisa diminimalisir. Karena dengan adanya acara seperti ini, masyarakat bisa mengurangi kehidupan yang selalu termanjakan kegiatan domestik dirumah, sehingga ketika mereka bertemu dengan warga masyarakat yang lain dalam suatu acara mereka bisa saling berinteraksi dengan kehidupan sosial di lingkungannya.

            Acara syawalan budaya kali ini juga sebagai langkah awal untuk mendekonstruksi budaya pengajian yang selalu monoton yaitu jamaah hanya datang dan mendengarkan. Hal ini dibuktikan dengan diadakan pengajian dan dialog dalam syawalan Budaya tersebut. Selain bisa mendengarkan mauidhoh Hasanah dari pembicara, jamaah yang hadir juga bisa ikut serta dalam dialog interaktif seputar isi ceramah yang disampaikan. Meskipun hanya sedikit dari jamaah yang aktif dalam dialog tersebut, namun paling tidak sudah mulai terlihat adanya perubahan dalam sebuah konsep acara pengajian selama ini. Pengajian tidak hanya datang dan mendengarkan isi ceramah, akan tetapi sudah sepantasnya jika para jamaah yang hadir ikut serta dalam dialog interaktif tersebut, sehingga budaya dialog atau musyawarah semakin berkembang dan tercipta dalam kehidupan masyarakat.

            K.Tamam sebagai pembicara dalam mauidhohnya menyampaikan rasa bangganya dengan di ikutsertakannya kreatifitas anak-anak dalam acara  syawalan budaya kali ini. Dengan diikutsertakannya sebuah kreatifitas maka akan semakin memacu keberanian mereka dalam berkreatifitas dan semakin menumbuhkembangkan imajinasi mereka. Selain hal itu, K. Tamam juga menyoroti seputar perkembangan budaya bagi anak-anak. Dikarenakan budaya dahulu dengan sekarang berbeda maka di perlukan sebuah pengawasan yang maksimal terhadap budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. . Menurutnya salah satu pengawasan tersebut adalah dengan menanamkan pendidikan agama sejak dini. Karena dalam agama diajarkan pendidikan moral sehingga diharapkan bisa lahir generasi-generasi yang tangguh dimasa yang akan datang.

” mencari buku”


            Oleh: Nabhan

Mencari buku bukan berarti mencari sembarang buku. Banyak took-toko buku dikota Kebumen menjual berbagai macam buku. Ada buku tulis, buku pelajaran dan buku-buku yang biasa dinikmati oleh masyarakat Kebumen. Namun yang dimaksud disini adalah buku-buku bacaan tentang sebuah wacana atau buku-buku yang biasa dikonsumsi oleh para pakar intelek. Bukan bermaksud menggurui penulis pernah mengenyam bangku kuliah di Jogjakarta. Bagaimana kehidupan masyarakat jogja tidak bisa dilepaskan dari benda yang bernama buku. Mau cari buku apapun bisa dikatakan sangat mudah.

 Ketika penulis pulang kekota kelahiran, penulis masih mempunyai keingin yang kuat untuk bisa jalan-jalan kesebuah toko buku yang menjual buku bermacam-macam jenis buku seperti di Jogja. Namun hanya beberapa toko saja yang menyediakan buku bacaan untuk bisa dikonsumsi menurut selera penulis. Dan ketika penulis menanyakan tentang buku-buku wacana yang laku di kota Kebumen, penjaga toko itupun tersenyum kecil sambil  mengatakan “kalau buku-buku seperti ini kurang laku”.

Bagaimanapun juga budaya untuk membaca di kota-kota kecil belum terbentuk. Bisa dikatakan kalau hal ini dipengaruhi oleh sebuah lingkungan yang ada. Lingkungan bukan berarti harus melalui banyaknya Perguruan Tinggi atau sekolah-sekolah yang ada,akan tetapi kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya membaca buku harus ditingkatkan. Dengan melalui penyadaran yang kritis terhadap budaya membaca diharapkan memunculkan masyarakat yang kritis terhadap segala perubahan.  

Buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku maka kita telah membuka dunia baru. Mungkin begitulah kata orang-orang bijak. Bagaimana ketika bangsa barat begitu ketakutannya akan bangsa-bangsa Arab yang sangat kuat akan tradisi membacanya.sehingga dalam perang salib beribu-beribu buku dihancurkan karena mereka khawatir jika bangsa-bangsa Arab akan menguasai akan sebuah peradaban dunia. Begitu juga ketika memberikan sebuah kado ulang tahun kepada seorang sahabat atau saudara, akan sangat berarti jika kita memberinya sebuah buku. Karena dengan cara seperti itu berarti kita telah mengajarkannya untuk membudayakan membaca buku.

Dengan membaca buku berarti kita telah mendapatkan banyak ilmu yang akan kita peroleh. Masih sedikit sekali budaya memberikan kado ulang tahun, pernikahan dan lain sebagainya dengan memberikan kado sebuah buku.

“Negara 1 “

Dimanapun yang namanya tujuh belasan pasti ramainya minta ampun.  Demi memperingati ulang tahun bangsa Indonesia, masyarakat rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengadakan permainan.

“ah,nggak apa-apa kok cuma sekali dalam setahun. Dan yang paling penting lagi demi bangsa Indonesia Yu!”. kata salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

” Betul Mas, ini belum seberapa kalau dibandingkan dengan pengorbanan para pahlawan yang ikut mati dimedan pertempuran demi negara kita. Tapi apa sekarang nilai-nilai nasionalisme masih ada didalam dada setiap generasi muda terutama?”. Tanya seorang perempuan sambil mencari kutu dikepala temannya. mendengar pertanyaan itu temannya menjawab.

” Ah, pitakonmu iku angel banget Bu. Koyo pitakon kubur wae”. Jawabnya.

” Masalahnya pertanyaan itu bisa dijawab oleh diri masing-masing. Dan hal itu hanya bisa diwujudkan dalam kegiatan kita sebagai masyarakt Indonesia”.

” Betul itu pak Kaji, aku sendirii aja kurang tahu apa itu nasionalisme. Tapi toh masyarakat negara ini makannya juga dari padi yang kita tanam. kalau begitu kita itu ikut berjasa bagi negara”. jawab perempuan yang kepalanya sedang dicari kutunya.

semua memang telah berjasa kepada negara sesuai dengan profesi mereka masing-masing. namun apakah kita pernah berpikir sudah sejauh mana rasa nasionalisme kita kepada Tanah air yang kita cintai ini. pengorbanan telah ditorehkan oleh para pahlawan. Sudah saatnya sekarang kita mengisi kemerdekaan ini dengan belajar kepada alam Nusantara yang telah memberikan kita hidup.  

”INISIATIF LOKAL MEMBENTUK PAGUYUBAN ABANG BECAK KEMBARAN”

Betapa pentingnya alat transportasi bagi kehidupan aktivitas sehari-hari manusia.Alat transportasi juga memudahkan kita mencapai segala kebutuhan, kepentingan dan segala bentuk tanggung jawab yang lainnya.Dengan adanya alat transportasi menjadikan sesuatu yang jauh manjadi dekat, sesuatu yang sulit menjadi mudah.Seperti itulah sedikit gambaran tentang arti pentingnya alat transportasi bagi manusia. Continue reading ‘”INISIATIF LOKAL MEMBENTUK PAGUYUBAN ABANG BECAK KEMBARAN”’

BPD Kembaran Membentuk Panitia Pilkades

Tepat pada Jum’at, 27 April 2007, BPD Kembaran membentuk panitia pemilihan kepala desa untuk periode 2007-2013. pembentukan panitia pemilihan kepala desa ini dicapai setelah melalui pemilihan panitia yang dilakukan oleh tim formatur. Tim Formatur tersebut merupakan hasil kesepakatan forum yang memberi kekuasaan pada tim tersebut untuk membentuk panitia pilkades yang akan diselenggaran 20 Juni 2007 nanti. Continue reading ‘BPD Kembaran Membentuk Panitia Pilkades’

Kain Sarung Pak Sular

Deneng aku nganggo sarung dewek” (kok saya pakai sarung sendirian) tanya Pak Sular salah satu teman duduknya. Kontan saja wajah Pak Sular agak malu-malu dengan pada hadirin yang berbusana resmi a la kondangan. Mungkin karena merasa paling berbeda penampilan dengan warga lainnya, Pak Sular pun mengambil posisi duduk di dekat pintu keluar balai desa.

Continue reading ‘Kain Sarung Pak Sular’

Puisi-Puisi Santri Al Furqon Terbaru

Sekali lagi para pengunjung yang budiman, anda akan kami bawa untuk sekedar menikmati karya-karya puisi santri-santri desa dari Suro Al Furqon. Tiga Puisi di halaman berikut semoga memberikan pesan-pesan moril yang penuh hikmah. selamat larut dalam dialektika puisi-puisi tersebut. Continue reading ‘Puisi-Puisi Santri Al Furqon Terbaru’

I Like With Him

Penulis puisi ini kesehariannya sebagai teman belajar santri-santri Al Furqon bersama Mba Likha. Kalau bahasa Ingris yang dipakai dalam puisi ini tiadk pas sama gramarnya mohon dimaklumi lho… Continue reading ‘I Like With Him’

Sekilas Hati 300107

Meski ceritanya singkat namun padat dengan wacana-wacana bijka yang patut kita petik. Izinkan diri kita untuk berguru pada penulis yang masih duduk di SMU dan guru ngaji itu. Continue reading ‘Sekilas Hati 300107′

Next Page »